Mengapa Hari Raya Idul Adha di Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi, Begini Penjelasannya

By Admin NU Brebes 26 Jun 2023, 15:30:41 WIB Internasional
Mengapa Hari Raya Idul Adha di Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi, Begini Penjelasannya

Brebes, nubrebes.or.id – Hari Raya Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi mengalami perbedaan dalam penetapan hari raya Idul Adha 1444 H. Arab Saudi sendiri menetapkan hari raya Idul Adha 1444 H pada hari Rabu 28 Juni 2023. Sementara di Indonesia hari raya Idul Adha 1444 H jatuh pada hari Kamis 29 Juni 2023.

 

Kementerian Agama RI (Kemenag RI) menjelaskan kenapa sampai terjadi perbedaan dalam penetapan hari raya Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi.

Baca Lainnya :

 

Dilansir dari akun Instagram Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, @bimasislam, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Dr. H Adib, MA mengungkapkan waktu di Indonesia lebih cepat empat jam dari Arab Saudi.

 

Sebab secara geografis posisi Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia. Namun hal itu menyebabkan hilal justru lebih mungkin terlihat lebih dulu di Arab Saudi, karena terlihatnya di sebelah barat pada saat terbenamnya matahari.

 

Berdasarkan data hisab, pada 18 Juni 2023 M / 29 Zulkaidah 1444 H, ketinggian hilal di tanah air antara 0 11,78 s.d 2 21,57, dengan sudut elongasi 4,39 sampai 4,93, sehingga Zulkaidah digenapkan menjadi 30 hari.

 

Sementara pada tanggal tersebut posisi hilal di Arab Saudi sudah cukup tinggi. Semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan semakin mudah terlihat.

 

Posisi Arab Saudi lebih barat dari Indonesia, sehingga pada tanggal yang sama, posisi hilal di sana lebih tinggi dan lebih memungkinkan untuk dilihat.

 

Jadi keliru jika memahami karena Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya lebih dulu ber Idul Adha.

 

Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah adalah hasil musyawarah pakar falak dan astronomi, sehingga penetapan awal Zulhijah dan penetapan Idul Adha sudah benar secara sains dan Fikih.

 

Editor: A’isy Hanif Firdaus

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment