Perjuangan Dakwah KH Hisyam Yaqub di Kabupaten Brebes

By Admin NU Brebes 31 Mei 2023, 22:35:04 WIB Tokoh
Perjuangan Dakwah KH Hisyam Yaqub di Kabupaten Brebes

KH. Hisyam Yaqub, merupakan salah satu dari pendiri pondok yang ada di Kabupaten Brebes. Tepatnya di pedukuhan Gamprit Pasarbatang Brebes. Sekitar 1 km ke utara dari alun-alun Kabupaten Brebes. Beliau lahir di Cirebon, tepatnya di Desa Karang Suwung pada tahun 1919 M. Ayahnya bernama Ya'qub dan ibunya Sholikha. Beliau memiliki satu istri bernama Rosidah dari Kleben, Brebes. Dalam pernikahan dengan Nyai Rosidah dikarunia 12 anak. Namun yang hidup sampai dewasa ada 9 Yaitu : Choridah Hisyam, Cholifah Hisyam, Akhmad Agil Hisyam, Dra Hj Chulasoh Hisyam, H Akhmad Imron Hisyam,SH., Dra Faridah Rahmawati Hisyam, H Akhmad Bisri Hisyam, Fasichah Hisyam dan Drs Akhmad Faozan,MMPd KH Hisyam, dulunya bernama Abdul Rohim.

Pada saat haji beliau namanya diganti Hisyam. Menurut catatan keluarga, beliau termasuk masih keturunan Sunan Gunungkati yang ke-12. Sebenarnya beliau memiliki lima bersaudara, tiga perempuan dan 2 laki. Yang laki-laki beliau sendiri sebagai anak pertama dan adiknya K. Ahmad, yang juga pendiri Pondok Pesantren Darul Abror Pasarbatang Brebes. Sedangkang yang perempuan semuanya menetap di Cirebon.

Ketika mondok di pesantren beliau tidak dibiayai oleh orang tuanya karena keterbatasan ekonomi. Beliau menjual tinta asahan untuk memaknai kitab, yang diajarakan para kyai maupun ustadz yang ada di pondon pesantren. Beberapa pondok pesantren yang pernah beliau belajar adalah; Pondok pesantren Kempek Cirebon, yang diasuh Kyai Aqil Siradj, Kaliwungu kendal, Tebu ireng jombang dan Watu Congol Mbah Dalhar Magelang.

Baca Lainnya :

Pendirian Pondok Pendirian Pondok Pesantren berawal setelah Kyai Hiyam sepulang Haji. Beliau matur kepada orangtuanya, dan Alhamdulillah Kyai Yaqub menyetujuinya, namun dengan catatan, ketika membangun pondok tidak boleh melebihi 100 hari. Setelah mendapat izin dari orantuanya, Kyai Hisyam mencoba mencari tanah untuk tempat pendirian pondok pesantren. Ternyata tidak terlalu lama dalam proses pencarian tanah tersebut. Alhamdulillah ada seorang pengusaha, bernama H. Sofan. Memberikan tanahnya seluas 1200 M. Yang ada di gamprit untuk pendirian pondok. Setelah mendapatkan tanah, mulailah dibangun pondok, dan ternyata waktu yang diberikan oleh Kyai Yaqub 100 hari dapat diselesaikan dalam waktu 98 hari. Jadi kurang 2 hari seratusnya.

KLIK DISINI


Ada hal yang disembuyikan oleh Kyai Hisyam dalam keluarga. Kenapa sepulang haji mau mendirikan pondok, ternyata uang pendirian pondok didapat dari hadiah lomba pidato bahasa arab yang diselenggarakan di kapal laut ketika perjalanan haji. Beliau mendapatkan mas batangan atas prestasi juara yang diraihnya. Pada saat itu, perjalan haji dalam menggunakan kapal laut dengan jarak tempuh selama 3 Bulan. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1961 Pondok Pesantren Annidhom Nurul Huda diresmikan oleh Bupati Brebes, Bapak Marjaban. Adapun pemberian nama Pondok Pesantren Annidhom Nurul Huda oleh Kyai Yaqub dan Kyai Hisyam sendiri. Kyai Yaqub memberi nama Annidhom dan ditambahi Kyai Hisyam Nurul Huda. Pembangun pada saat itu terdiri dari 6 kamar untuk santri, yang berukuran 6x6, ada masjid, tempat wudlu, dapur dan MCK. Gaya bangunan pondok awalnya seperti perahu layar. Namun sekarang sedikit berubah dipintu gerbangnya saja.

Pengajian Kyai Hisyam Pengajian yang diajarkan beliau bersama santri setiap hari. Mulai dari pagi, siang dan sore, bahkan kadang sampai malam, kalau beliau tidak ngaji rutinan di masjid kampung tetangga. Sedangkan pengajian yang dilakukan dipondok bersama masyarakat dan santri, pada setiap hari minggu jam 8 - 10 dengan kitab yang dikaji Fathul Mu'in dan Takrib. Disamping Kyai Hisyam mengajar dipondok, beliau juga mengajar di beberapa masjid kampung yang menjadi binaannya. Seperti Masjid Jami' Gandasuli setiap malam kamis, Musholah di Kleben, Masjid kaligangsa kulon, malam sabtu. dan juga ngaji di Masjid Tengki. Pada saat itu "becak", merupakan transpotasi yang digunakan untuk mengisi pengajian. Kadangkala juga dijemput pakai sepeda motor. Semangat dalam dakwahnya, beliau sangat tinggi. Terbukti sehari sebelum mininggal, beliau masih tetap saja ingin ngaji, namun karena tidak kuat lagi untuk berjalan, maka beliau terpaksa urungkan ngajinya.

Akhlak Mulia Kyai Hisyam Dalam berdakwah beliau terkenal dengan bahasanya yang halus dan santun. Beliau tidak menggunakan kekerasan, baik dalam kata-kata maupun perbuatan. Kata-kata yang disampaikan dalam setiap ngajinya, tidak pernah menyinggu perasaan para jamaahnya. Kalaupun ada santri yang ngaji ketiduran, beliaupun tidak pernah marah. Keilmuan Kyai Hisyam Kyai Hisyam merupakan salah satu kyai yang menjadi rujukan penentuan jatuhnya bulan Ramadhan maupun Syawal. Beliau merupakan ahli falak yang dimiliki Brebes. Disamping Ahli falak, belia juga ahli tauhid. Ada lima karya kitab ilmu tauhid yang beliau tulis dalam bahasa arab melalui tangannya. Namun belum sempat dicetak, keburu menghadap Allah SWT terlebih dahulu. Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun. Beliau wafat pada tahun 1988, dalam usia 69 tahun. Karamah atau Keunikan Kyai Hisyam Kyai Hisyam orangnya sedikit bicara, namun kadang kala omongan menjadi isyarat atau sebuah tanda sesuatu akan terjadi. Sehingga ketika beliau memerintahkan sesuatu, maka jama’ah atau keluarga mengikutinya.

Kadang disela-sela ngaji, beliau sempat bicara pada santri, nanti ada tamu yang mau datang ke pondok. Padahal saat itu belum ada HP. Menurut Ustadz Muhtadi santri beliau yang masih hidup. Beliau termasuk salah satu kyai, yang mengetahui kalau akan kedatangan tamu, bisa dibilang (mukasyaf ) Ingsya Allah, imbuhnya. Sedangkan, ketika ada tamu yang berniat jelek (ngetes), maka biasanya ketika naik tangga, mau masuk kerumah Kyai Hisyam Jatuh. Namun Kyai Hisyam hanya senyum saja, padahal beliau tahu maksud kedatangnya. Lebih lanjut, Ustadz Muhtadi mengatakan, bahwa Kyai Hisyam, ketika berangkat ke Pondok, pada saat mau menyebrangi sungai, pernah dibantu oleh buaya. Sehingga beliau dapat menyebarangi sungai dengan selamat dan tidak basah.

Embrio Pendidikan Agama di Brebes. Dari pondok Pesantren An-nidhom inilah, lahir lembaga-lembaga pendidikan agama Islam dan Akademi Kebidanan di Kabupaten Brebes. Seperti, MAN, MTs Negeri dan MTs Maarif NU I Brebes yg sekarang kumpul di Islamic Center Brebes. Dan juga Akademi Kebidanan (AKBID) Bhakti Husada Kabupaten Brebes. Yang sekarang berada di jalan Jatibarang Brebes Keempat lembaga ini, awal berdirinya menempati gedung Pondok Pesantren An-Nidhom Gamprit Pasar Batang, namun setelah berkembangan pindah ke gedung milik sendiri.

Organisasi yang pernah ditekuni Kyai Hisyam, merupakan Rois syuriah NU pertama kali di Brebes. Sebelum KH. Masruri Mugni Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah 2. Beliau juga ketua, Ihadul Mubalighin, Yaitu Ikatan Mubalig. Pada saat itu pimpinan pusatnya dipegang oleh KH. Sukron Ma'Mun. Kyai Hisyam juga merupakan Ketua Persatuan Haji Indonesia (PHI) yang pertama di Kabupaten Brebes.

Sekelumit pengenalan tokoh Kyai Hisyam Yaqub, yang saya tulis. Semoga ada manfaatnya, dan dapat mengambil tauladan dari perjuangan yang beliau lakukan. Khususnya di Kabupaten Brebes, dan masyarakt Indonesia pada umumnya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang pernah beliau lakukan selama hidupnya. Aamin. Al-Fatihah.

Penulis : H. Lukman Nur Hakim (Ketua LTN NU PCNU Kabupaten Brebes)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment