KH Misbachul Munir Kyai Kharismatik dan Kreatif

Keterangan Gambar : Sekretaris LTN NU bersama KH Syekh Misbach Munir Muslim ( Pengasuh Pondok Pesantren Hikmah Kamilah Dukuh Banjarsari desa Tanjungsari Kec Wanasari Kab Brebes)
KH
Misbachul Munir adalah Sosok Kyai kharismatik yang memliki kreativitas dengan
menyusun ringkasan kitab karya Ulama Salaf. Pengasuh Pesantren Hikmah
Kamilah dukuh Banjarsari desa
Tanjungsari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes dengan 200 santri lebih selalu istiqomah
dalam ngaji, istighotsah dan menulis karya penerjemahan berbasis kitab kuning.
Beberapa ringkasan dan terjemahan kitab Ulama Klasik, mulai Alfiyah Ibnu Malik, ringkasan Awamil, dan beberapa terjemahan lainnya ditulis secara apik dan sudah beredar di lingkungan Pondok Pesantren sekitar Jawa Tengah. Semua disusun dengan tangan sendiri tanpa bantuan asisten atau pembantu atau asisten. Bahasa dalam terjemahan tersebut sangat mudah difahami karena dengan pendekatan ala makna pesantren. Susunan terjamah dalam bait atau nadzom dengan model per kata, sehingga memudahkan para santri memahami maksud dari bait atau nadzom tersebut.
Baca Lainnya :
- Hijrah dan Penetapan Kalender Islam0
- Bentuk Regenerasi Pemimpin, PR IPNU IPPNU Desa Pruwatan 2 Sukses Gelar Rapat Anggota Kedua 0
- Haul ke-12 Almarhum KH Masruri Mughni : PWNU Jateng Kenang Kiai Masruri sosok rajin bersilaturrahmi0
- Harlah Muslimat NU ke-77 di Brebes, Penyanyi Religi Legendaris Hadad Alwi Ajak Bershalawat0
- PCNU Brebes Melepas Kontingan PERSIMANU 1 Jawa Tengah0
Sehari
hari tidak lepas dari ngaji mulai habis subuh ngaji Tafsir dan Hadis Soheh
Bukhori, setiap Jumat malam mengajarkan
Ilmu Balaghah. Kajian kitab salaf secara rutin diselenggarakan dengan metode
musafahah. Metode ini diyakini sangat berhasil dalam mencetak santri yang bisa
memahami kitab kuning secara komprehensif. Terbukti mereka bisa menangkap
dengan baik dan merasa termotivasi untuk belajar lebih mendalam.
Kyai
yang khas dengan pakaian serba putih dengan suara yang halus dan merdu didengar
oleh jama'ah memiliki kharismatik. Rasa ta'dim dan hormat kepada keilmuan dan
wira'i Beliau yang menjadi kekuatan kharismatik KH Misbach. Dalam setiap do'anya
selalu khusu' dan penuh khidmat, sehingga jamaah yang ikut mengamini mayoritas
larut dalam kekhusyukan dan kesedihan mengingat kesalahan dan dosa.
Selain
ngaji yang menjadi kegiatan rutin KH Misbach juga menerima pengobatan
alternatit melalui amalan ijazah dan wirid kalimat thoyibah. Untuk menerima
tamu pengobatan ini biasanya lepas duhur
setiap hari. Tamu tamu pasien dari daerah setempat dan luar kota berdatangan
untuk mendapatkan pengobatan dari mulai penyakit fisik sampai dengan penyakit
batin dan ruhani Beliau tangani dengan memberikan ijazah dan air putih dalam
botol produksi dari Pondok Pesantren Hikmah Kamilah.
Di
sela sela rutinitas sehari hari KH Misbah juga mengisi acara Istighosah Hikmah
Kamilah di beberapa tempat. Melalui istighotsah ini jamaah diajak untuk
bertaubat bersama sambil melafalkan " Kalimat Thoyibah " . Kalimat
thoyibah " Laa ilaha illa Alloh Muhamadurosululloh " dengan huruf
berjumlah 24 sebanding dengan waktu sehari semalam.
Istighotsah Hikmah Kamilah ini menjadi ciri khas jamaah Hikmah Kamilah yang sudah tersebar di beberapa daerah bahkan sampai luar kota. Sebelum istighotsah biasanya KH Misbachul Munir memberikan ceramah keagamaan berkisar tentang nafsu, hati, jiwa dan ruhani. Beberapa jenis nafsu yang terletak dalam dirinya manusia Beliau sampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna oleh jama' ah. Sampai pada akhirnya bagaimana hidup ini mendapatkan ridlo Alloh di tengah kehidupan zaman modern.
penulis: H. Ahmad Sururi
editor: A'isy Hanif Firdaus
