Gus Yahya mengajak Santri meniru Kiai dedikasi diri secara total terhadap Ilmu

By Admin NU Brebes 26 Des 2023, 01:24:23 WIB Nasional
Gus Yahya mengajak Santri meniru Kiai dedikasi diri secara total terhadap Ilmu

Keterangan Gambar : (Foto: TVNU)


Bantul, DIY - nubrebes.or.id  - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf hadir dan mengajak santri agar bisa meniru para kiai-kiai terdahulu dalam upaya mendedikasikan diri secara total terhadap ilmu.

 

“Kiai-kiai kita dulu itu sejak muda memang mencurahkan dedikasinya secara total kepada ilmu. Maka santri-santri hari ini seharusnya juga harus lebih terpacu, karena masa depan itu pada hari ini datangnya lebih cepat,” ucap Gus Yahya saat menghadiri peluncuran kamus Al-Munawwir versi digital di Komplek Q Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, Yogyakarta, Sabtu malam (23/12/2023).

“Nah sekarang saya melihat santri-santri zaman sekarang ini di usia segitu belum bisa apa-apa. Ini jangan sampai diterus-teruskan, supaya tidak ada gejala kemerosotan di dalam dedikasi ilmiah dari santri-santri,” tambah Gus Yahya

Baca Lainnya :

 

Gus Yahya melanjutkan zaman dahulu banyak kiai yang di usia muda mereka sudah menghasilkan banyak tulisan dan karya, seperti KH MA Sahal Mahfudh dari Kajen Pati dan KH A Warson Munawwir dari Krapyak.

“Mbah Sahal itu pernah menulis kitab Faidhul Hija saat usia beliau sekitar 25 tahun, isinya luar biasa. Ketika saya baca, masyaallah, kitab itu sembarang dimasukkan, mulai dari tafsir, ushul, nahwu, sharaf, sampai arudh itu dimasukkan semua di kitab karangan Mbah Sahal itu. Bahkan beliau dipuji-puji oleh Kiai Zubair, ayahnya Kiai Maimoen,”
ucap Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang.


“Jadi saya melihat kiai-kiai kita ini sejak usia yang masih sangat muda sudah mencapai kapasitas keilmuan yang exellent. Contoh lain adalah Mbah Warson yang mulai menulis kamus Al-Munawwir di usia 25 tahun,” ungkap Gus Yahya

Gus Yahya menyebut, saat ini kebiasaan membaca buku, muthola'ah kitab ini belum cukup berkembang.   “Sementara sekarang kita sudah pindah pada platform-platform digital, dan santri-santri tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru seperti ini,”

“Nah maka saya kira ini harus menjadi momentum yang memacu gairah dari santri-santri kita ini untuk menekuni ilmunya,” pungkas Gus Yahya (sumber: NUOnline)


___
editor: A’isy Hanif Firdaus




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment